Sekarang teknologi berkembang sangat jauh mulai dari Gadget Smart Phone hingga Komputer yang sangat menguntunggkan bagi usahawan, tidak terkecuali di dunia usaha pembuatan game baik perusahaan yang sekala besar atau usaha kecil (Indie). Begitu pula bagi para Gamers yang berlomba lomba mendapatkan Equipment Gaming untuk penrangkatnya agar dapat bermain game yang mereka inginkan agar dapat bermain game kesukaan mereka yang tentunya spesifikasi dari game tersebut sangatlah tidak minim dan Budget yang dikeluarkan tidaklah sedikit.
disini saya akan membeberkan fakta-fakta yang tentang Gamers yang masih Pro Dan Kontra, yang tentunya di ambil dari beberapa sumber yang akan saya cantumkan di tiap point, dan tentunya ini juga menurut pengalaman saya pribadi
1. Main Game Ngabisin Uang
2. Gamer Itu Tertutup (Kepribadian)
3. Gamer Kurang Dalam Hal Pelajaran Sekolah (BUKAN BODOH)
- Penelitian di Manchester University dan Central Lanchashire University membuktikan bahwa gamer yang bermain 18 jam per minggu memiliki koordinasi yang baik antara tangan dan mata setara kemampuan atlet.
- Gamers itu kebanyakan lebih pandai berbahasa inggris. Ini dikarenakan kebanyakan dari game yang mereka mainkan berbahasa inggris,
- Gamers itu juga lebih fokus dan cermat. ini dikarenakan gamers dimana berhadapan dengan gamers lain, mereka harus mencari ide dan taktik agar tak kalah dari gamers lain,
- Gamers itu lebih mengerti tentang komputer daripada orang yang tak pernah bermain game online maupun PC (terkecuali mereka yang belajar tentang dunia teknologi).
- Gamer yang ahli memiliki konektivitas yang lebih besar dalam belahan otak mereka dibandingkan dengan gamer yang masih amatir.
Para Gamer yang menyukai dan lihai dalam permainan, memiliki koordinasi mata dan tangan yang baik, tentu saja kemampuan ini dapat digunakan untuk mengalangi para musuh pada sebuah games. Usaha untuk melawan musuh dengan strategi inilah yang membuat kemampuan kognitif terus terlatih. #Jejak Dunia
dapat di simpulkan mereka itu sebenarnya pintar tetapi tidak dalam segala hal, mereka itu sangat cerdik dan tanggap serta responsif dalam hal hal tertentu. banyak gamers yang telah sukses dalam dunia pendidikan (yang tidak akan saya sebut).
4. Game Itu Merusak Mata
“Action-Video-Game Experience Alters the Spatial Resolution of Vision” (Psychological Science, 2007)
Pepatah favorit para orang tua – video game bisa membuat Anda buta! – adalah sangat salah. Sebenarnya ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa video game bisa meningkatkan penglihatan Anda. Penelitian di atas hanyalah satu dari sekian banyak studi; di dalamnya peneliti menemukan bahwa gamer yang bermain game action seperti menembak mengalami peningkatan yang signifikan dalam hal resolusi kemampuan spasial (kemampuan untuk mengenali objek kecil seperti huruf) mereka. Game action juga dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk mendeteksi kontras secara visual.
Para peneliti bahkan memperkirakan bahwa penelitian tentang video game di masa depan dan bagaimana mereka mempengaruhi penglihatan dapat membantu meningkatkan cara kita mengobati masalah penglihatan. Sebagai seorang yang memakai kacamata, saya berharap mereka benar! #sumber
5. Gamer Itu Jarang Olahraga
6. Cita Cita/ Pekerjaan Gamer Tidak Jauh Dari Bidang Teknologi
7. Gamer Mayoritas Adalah Laki Laki
Dulu perempuan yang bermain game itu dianggap aneh, apabila perempuan ada dalam suatu kumunitas game baik forum, group, atau dalam game itu sendiri mereka sering menggunakan Nick Name yang biasa digunakan oleh Laki laki, tetapi sekarang perempuan terang terangan bahwa mereka adalah seorang Gamer, dan ini sudah tidak menjadi hal aneh lagi,
8. Gamer itu Sendiri (Jomblo)
Ini ada benarnya juga tetapi hanya bagi mereka
yang masih minta jajan sama orangtuanya, tetapi sekarang banyak industri Game
yang menghasilkan uang, tidak terkecuali bagi Gamers tersebut. Bermain Game
sekarang tidaklah menjadi Hobby saja tetapi bisa menjadi sebuah pekerjaan
(sampingan).
sekarang banyak Gamers di Indonesia yang telah
sukses di dunia Game, contohnya perusahaan Game kecil (Indie) asal Kota Bandung
Digital Happiness yang telah sukses menjual
Game Mereka yaitu Dreadout di Online Game Store, serta perusahaan game Local
dan yang telah mendunia.
Contoh Bagi Gamers adalah Tournament Game mereka
memperebutkan juara untuk menjadi pememnang dan mendapatkan Trophy serta hadiah
berbentuk uang, dan tidak jarang mereka juga mendapatkan sponsor dari vendor
yang terkenal yang mendanai mereka agar dapat mengambangkan bakat mereka lebih
jauh lagi.
Kalau Point ini menurut saya itu kembali lagi
kepada diri sendiri (gamer tersebut), tetapi para gamers cukup banyak meluangkan
waktu mereka untuk bermain Game daripada bermain bersama teman itu sebabnya
mereka sering disebut tertutup. akantetapi seiring bertambahnya umur
menuntut mereka untuk banyak bersosialisasi dan berbaur di dunia luar untuk hal
hal seperti Bekerja, Belajar dan lainnya.
Tambahan : Beberapa professor di Loyola
University, Chicago telah mengadakan penelitian dan menurut mereka game online
dapat menumbuhkan interaksi social yang menentang stereotif gamer yang
terisolasi. sumber :
Apriyadis. Anggapan ini memang benar karena pemain game online sangat
butuh interaksi terhadap sesama game hususnya team untuk menyelesaikan misi
mereka.
3. Gamer Kurang Dalam Hal Pelajaran Sekolah (BUKAN BODOH)
- Penelitian di Manchester University dan Central Lanchashire University membuktikan bahwa gamer yang bermain 18 jam per minggu memiliki koordinasi yang baik antara tangan dan mata setara kemampuan atlet.
- Gamers itu kebanyakan lebih pandai berbahasa inggris. Ini dikarenakan kebanyakan dari game yang mereka mainkan berbahasa inggris,
- Gamers itu juga lebih fokus dan cermat. ini dikarenakan gamers dimana berhadapan dengan gamers lain, mereka harus mencari ide dan taktik agar tak kalah dari gamers lain,
- Gamers itu lebih mengerti tentang komputer daripada orang yang tak pernah bermain game online maupun PC (terkecuali mereka yang belajar tentang dunia teknologi).
- Gamer yang ahli memiliki konektivitas yang lebih besar dalam belahan otak mereka dibandingkan dengan gamer yang masih amatir.
Para Gamer yang menyukai dan lihai dalam permainan, memiliki koordinasi mata dan tangan yang baik, tentu saja kemampuan ini dapat digunakan untuk mengalangi para musuh pada sebuah games. Usaha untuk melawan musuh dengan strategi inilah yang membuat kemampuan kognitif terus terlatih. #Jejak Dunia
dapat di simpulkan mereka itu sebenarnya pintar tetapi tidak dalam segala hal, mereka itu sangat cerdik dan tanggap serta responsif dalam hal hal tertentu. banyak gamers yang telah sukses dalam dunia pendidikan (yang tidak akan saya sebut).
4. Game Itu Merusak Mata
“Action-Video-Game Experience Alters the Spatial Resolution of Vision” (Psychological Science, 2007)
Pepatah favorit para orang tua – video game bisa membuat Anda buta! – adalah sangat salah. Sebenarnya ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa video game bisa meningkatkan penglihatan Anda. Penelitian di atas hanyalah satu dari sekian banyak studi; di dalamnya peneliti menemukan bahwa gamer yang bermain game action seperti menembak mengalami peningkatan yang signifikan dalam hal resolusi kemampuan spasial (kemampuan untuk mengenali objek kecil seperti huruf) mereka. Game action juga dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk mendeteksi kontras secara visual.
Para peneliti bahkan memperkirakan bahwa penelitian tentang video game di masa depan dan bagaimana mereka mempengaruhi penglihatan dapat membantu meningkatkan cara kita mengobati masalah penglihatan. Sebagai seorang yang memakai kacamata, saya berharap mereka benar! #sumber
Tidak selamanya anggapan bermain game dapat
merusak otak, bermain game selama 3 jam sehari dapat mengurangi resiko
timbulnya katarak di mata, karena bermain game membuat mata lelah. tetapi tidak
lepas dari itu bermain game berlebihan serta Cahaya dari monitor yang
berlebihan yang akan membuat mata mejadi rusak, serta terlalu lama bermain game
di tempat yang gelap juga akan sangat berppengaruh bagi kesehatan mata. "Link
Tambahan Referensi"
Dengan memainkan game-game action selama beberapa jam/hari, mampu meningkatkan gerak akurasi mata hingga 20%, karena karena game action tersebut menuntut gamer bergerak sangat cepat menggabungkan kecepatan tangan serta mata.5. Gamer Itu Jarang Olahraga
Secara Fisik mereka jarang olahraga tetapi
anggota tubuh tertentu sebenarnya juga ber-olahraga setiap kali bermain game
seperti : Olahraga Tangan, Olahraga Mata, Olaharaga Otak.
Sekarang ada suatu perangkat game yang
memungkinkan semua anggota tubuh bergerak untuk memainkan suatu game yaitu
Cyberith. anda dapat melihat bagaimana seorang gamer bermain dengan perangkat
tersebut (cek video di bawah)
6. Cita Cita/ Pekerjaan Gamer Tidak Jauh Dari Bidang Teknologi
Tidak ada salahnya seorang Gamer memiliki cita
cita yang tiggi, sekarang juga banyak peluang bagi Gamer yang bekerja di dunia
Militer Contohnya seperti dikutip di Kompas.com
Moeldoko Buka Peluang "Gamers" Bergabung dengan TNI.
(Visit Link)
7. Gamer Mayoritas Adalah Laki Laki
Dulu perempuan yang bermain game itu dianggap aneh, apabila perempuan ada dalam suatu kumunitas game baik forum, group, atau dalam game itu sendiri mereka sering menggunakan Nick Name yang biasa digunakan oleh Laki laki, tetapi sekarang perempuan terang terangan bahwa mereka adalah seorang Gamer, dan ini sudah tidak menjadi hal aneh lagi,
Team NXA -
Gaming (Sentuh untuk melihat profil mereka) mereka adalah
Ladies Gamer asal Indonesia
8. Gamer itu Sendiri (Jomblo)
Tidak semua Gamer itu sendiri kalau udah jodoh
tak akan kemana. atau faktor ini juga berpengaruh pada faktor FACE
anda serta kepribadian anda.
apabila anda beruntung anda bisa mendapat
pasangan di dalam game, serta memiliki Hobby yang sama.
^Tambahan :
Pemerintah Indonesia akhirnya mengakui secara resmi organisasi e-Sport nasional (sentuh untuk membuka)
Pemerintah Indonesia akhirnya mengakui secara resmi organisasi e-Sport nasional (sentuh untuk membuka)





Comments
Post a Comment